Gelar Seminar Diktisaintek Berdampak, UIJ Diminta Tak Jadi Menara Gading
Potret: Anggota DPR RI Komisi X, Muhammad Nur Purnamasidi, pada saat memaparkan materi, Senin (6/7). Fotografer: Istimewa
UIJ, www.lpmmitra.id – Universitas Islam Jember (UIJ) menggelar Seminar "Membangun Paradigma Perguruan Tinggi melalui Diktisaintek Berdampak" sebagai upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi seluruh sivitas akademika, Senin (6/7).
Anggota DPR RI Komisi X, Muhammad Nur Purnamasidi, mengatakan UIJ perlu membangun paradigma baru yang menempatkan kampus sebagai pusat penyelesaian berbagai persoalan sosial di masyarakat.
"UIJ tidak boleh hanya menjadi tempat belajar. Melainkan harus mampu memberikan dampak dan menghadirkan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat," ujarnya saat menjadi narasumber seminar.
Menurutnya, terwujudnya Diktisaintek Berdampak memerlukan keterlibatan seluruh unsur di lingkungan perguruan tinggi. Dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi.
"Kolaborasi semua unsur sangat penting. Dosen memberikan arah dan metodologi, tenaga kependidikan mendukung sistemnya, sedangkan mahasiswa menjadi pelaksana yang membawa manfaat langsung kepada masyarakat," jelasnya saat diwawancarai reporter LPM Mitra.
Ia menjelaskan dosen memiliki peran strategis dalam membimbing mahasiswa agar tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
"Dosen harus membekali mahasiswa dengan cara berpikir, metodologi, dan kepedulian sosial sehingga ilmu yang dipelajari dapat diimplementasikan secara nyata," ujarnya.
Melalui seminar tersebut, ia berharap UIJ semakin memperkuat perannya sebagai mitra masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian.
"Harapannya, UIJ tidak lagi dipandang sebagai entitas yang terpisah dari masyarakat, tetapi menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan yang ada," pungkasnya.
Pewarta: Muzakky Maulana Hidayat
Editor: Nelly Dwi Pratiwi
Post a Comment