Rp4,6 Miliar Mengalir Tiap Semester, KIP-Kuliah Topang 1.139 Mahasiswa UIJ
Kepala Bagian (Kabag) Kemahasiswaan UIJ, Muhammad Abdul Basir, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (30/6). Fotografer: Nelly Dwi Pratiwi
UIJ, www.lpmmitra.id - Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) mengalirkan dana sekitar Rp4,6 miliar setiap semester untuk membiayai Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi 1.139 mahasiswa Universitas Islam Jember (UIJ). Jumlah tersebut membuat kisaran sepertiga mahasiswa dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya kuliah.
Program KIP-Kuliah telah menjangkau sekitar 31 persen dari total 3.637 mahasiswa aktif berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Capaian tersebut menunjukkan tingginya pemanfaatan bantuan pendidikan di lingkungan kampus milik Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU).
"Sebanyak 1.139 mahasiswa aktif UIJ merupakan penerima KIP-Kuliah yang tersebar di berbagai angkatan," ujar Kepala Bagian (Kabag) Kemahasiswaan UIJ, Muhammad Abdul Basir, saat diwawancarai di ruang kerjanya Selasa (30/6).
Sebanyak 169 penerima KIP-Kuliah aktif berasal dari angkatan 2022, di susul 252 dari 2023, 336 dari 2024, dan 382 dari 2025. Namun, UIJ masih menghadapi persoalan penerima yang berhenti kuliah di tengah masa studi.
"Pada semester genap ini tercatat ada 10 mahasiswa penerima KIP-Kuliah yang di pastikan mengundurkan diri," ucapnya.
Pria yang akrab disapa Abas itu menuturkan mahasiswa yang berhenti kuliah memiliki beragam alasan, mulai dari kesulitan mengikuti perkuliahan, tuntutan ekonomi yang mengharuskan mereka bekerja, hingga memilih menikah. Sebagian besar dari mereka bahkan tidak menyampaikan pemberitahuan kepada pihak kampus.
"Ada yang langsung menghilang, ada juga yang berpamitan. Namun, kebanyakan langsung menghilang," tuturnya.
Ia mengungkapkan, mahasiswa yang mengundurkan diri secara otomatis kehilangan hak sebagai penerima. Selain itu, biaya pendidikan yang telah di gunakan juga wajib di kembalikan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Jika mahasiswa berhenti, bantuan KIP- Kuliah kami hentikan. Biaya kuliah yang telah di gunakan juga seharusnya dikembalikan," ungkapnya.
Meski masih terdapat kuota penerima yang kosong, kampus yang kerap di juluki Kampus Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) itu belum dapat mengalihkannya kepada mahasiswa lain. Pergantian penerima harus menunggu jadwal pengusulan yang di tetapkan oleh kementerian.
"Kami masih menunggu jadwal pergantian dari kementerian. Kalau belum ada jadwal, ya belum bisa di ganti," pungkasnya.
Pewarta: Nelly Dwi Pratiwi
Editor: Muzakky Maulana Hidayat

Post a Comment