Kisah M. Akhyar Aji Saputra, Anak Petani yang Jadi Wisudawan Berprestasi UIJ
Potret: Mahasiswa berprestasi Universitas Islam Jember, Sabtu (15/08). Fotografer: Halimatus Sakdiyah
WISUDA,www lpmmitra.id - Keterbatasan ekonomi tak menghalangi M. Akhyar Aji Saputra, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Jember (UIJ), meraih berbagai penghargaan tingkat nasional hingga di nobatkan sebagai wisudawan berprestasi.
Lahir sebagai anak terakhir dari dua bersaudara dalam keluarga sederhana dengan kedua orang tua yang berprofesi sebagai petani. Keterbatasan tersebut justru menjadi pemacu untuk terus belajar, bekerja keras, dan berusaha meraih masa depan yang lebih baik.
“Latar belakang orang tua saya seorang petani, tentunya bukan berasal dari keluarga yang serba ada. Semuanya harus diusahakan terlebih dahulu dan tentunya harus banyak belajar,” ujaranya saat diwawancarai oleh reporter Lpm Mitra usai mengikuti acara tersebut Sabtu (15/08).
Prestasinya di umumkan dalam Wisuda Program Sarjana ke-XXIX yang digelar di Gedung New Sari Utama.
Ia mengaku mulai mengenal penulisan artikel ilmiah ketika memasuki semester 3 atau 4 dan mempelajarinya secara serius dari nol berkat bimbingan dosen.
“Meskipun saya tidak terlalu pintar, setidaknya saya tetap menjadi orang yang semangat belajar dalam hal apa pun,” ucap mahasiswa yang berusia 23 tahun tersebut.
Perjalanan dia dalam meraih berbagai trofi juga tidak lepas dari peran para dosen, khususnya Dekan Fakultas Tarbiyah Saman Hudi dan Kaprodi PAI Prima Cristi Crismono.
Selain membimbing penulisan artikel ilmiah, keduanya turut mengasah kemampuannya dalam bidang debat hingga mampu mengikuti berbagai kompetisi.
“Peran para dosen sangat besar bagi saya, terutama Pak Dekan Saman dan Kaprodi Prima. Mereka membimbing saya dari awal, mulai belajar menulis artikel hingga mampu berprestasi, sekaligus mengasah kemampuan saya dalam debat,” ulasnya.
Pria yang akrab disapa Akhyar ini mengikuti berbagai kompetisi bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi juga menjadi cara untuk membuat kedua orang tuanya bangga.
Meski telah meraih predikat wisudawan berprestasi, warga Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, itu memilih tetap rendah hati dan tidak larut dalam kebanggaan.
“Alhamdulillah tentunya bahagia, tapi setelah mendapat penghargaan ini jangan terlalu lama-lama bahagianya. Kalau lama-lama bahagia nanti terlena dengan dunia,” tuturnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana dirinya berencana terjun ke dunia kerja terlebih dahulu untuk menambah pengalaman sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister (S2). Di akhir obrolanya dengan jurnalis Mitra dia juga berpesan kepada mahasiswa UIJ agar berani mengambil kesempatan dan tidak takut menghadapi kegagalan.
“Jangan takut mencoba, jangan takut gagal, dan tetap semangat. Semangat itu di lakukan, bukan cuma di ucapkan,” pungkasnya.
Penulis: Nella Tri Prasasti
Editor: Vina Amalia Agustin

Post a Comment