Ads

Tak Wajib Skripsi, UIJ Buka Jalan Lulusan Lewat Jurnal Sinta 2

Potret: Suasana wisuda Mahasiswa Universitas Islam Jember yang ke XXIX, Sabtu (15/08). Fotografer: Nelly Dwi Pratiwi

UIJ, www.lpmmitra.id - Tak wajib skripsi, Universitas Islam Jember (UIJ) membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhir melalui karya ilmiah yang di publikasikan pada jurnal terindeks Sinta 2.

Rektor UIJ Ahmad Halid mengatakan, karya ilmiah yang di terbitkan pada jurnal terindeks Sinta 2 dapat menjadi bentuk penyelesaian tugas akhir bagi mahasiswa.

Menurutnya hal tersebut di harapkan dapat mendorong mahasiswa menghasilkan karya akademik yang memiliki kualitas dan daya saing lebih tinggi.

Selain mendorong prestasi akademik, UIJ juga menyiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja melalui berbagai program, mulai dari pelatihan, magang, hingga sertifikasi kompetensi.

“Penguasaan bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa Arab, dan bahasa Korea juga menjadi salah satu upaya UIJ agar setelah lulus mahasiswa bisa bersaing di dunia kerja yang semakin luas,” ujar Ahmad Halid saat ditemui di depan Aula New Sari Utama Convention Hall usai menghadiri Wisuda Diploma D3 ke-XVI, Sarjana S1 ke-XVIII, dan Pascasarjana S2 ke-II, Sabtu (15/8/2026).

Sementara itu dikonfirmasi terpisah Ketua Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU) Abdullah Syamsul Arifin mengatakan, pengembangan UIJ ke depan akan mengacu pada rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang yang telah disusun.

Rencana yang telah disusun adalah membuka program studi baru yang belum tersedia di kampus. Pembukaan program studi akan di sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan dunia kerja.

“Dengan adanya program studi baru, UIJ akan terus mengembangkan program studi yang sudah ada, termasuk program pascasarjana,” katanya.

Lanjut dia perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan hal yang tidak dapat di hindari oleh perguruan tinggi.

Namun, perkembangan tersebut harus tetap berjalan seiring dengan penguatan nilai dan jati diri UIJ sebagai perguruan tinggi Islam di bawah naungan Nahdlatul Ulama.

“Berdasarkan prinsip tawasuth dan tawazun, kita harus terbuka terhadap setiap perkembangan zaman serta kemajuan sains dan teknologi tanpa menggoyahkan nilai-nilai Nahdlatul Ulama,” tegas pengasuh Pondok Pesantren Darul Arifin di Desa Curah Kalong, Kecamatan Bangsalsari, tersebut.

Pria yang akrab disapa Gus Aab itu menambahkan, pengembangan kurikulum UIJ ke depan juga akan diarahkan agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

Meski demikian, penguatan kompetensi tersebut tetap akan di barengi dengan nilai-nilai keislaman yang menjadi ciri khas kampus Ahlussunah Waljamaah (Aswaja) di bawah naungan Nahdlatul Ulama.

“Meski kurikulum dikembangkan untuk menyesuaikan kebutuhan zaman, nilai-nilai keislaman di bawah naungan Nahdlatul Ulama dan jati diri UIJ tetap harus dipertahankan,” pungkasnya.


Pewarta : Tevi Sukma Lestari

Editor : Vina Amalia Agustin 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.