Mahasiswa KKN Bantu Verval 508 NIK Desil 2 di Pringgondani, Percepat Pendataan Kemiskinan Ekstrem
Potret: mahasiswa KKN Desa Pringgondani sedang verifikasi dan validasi desil 2, Senin (27/07). Fotografer: Jeje Dava Putra Octavian
Jember, www.lpmmitra.id – Upaya percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Salah satunya terlihat di Desa Pringgondani, Kecamatan Sumberjambe, tempat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) diterjunkan untuk membantu proses verifikasi dan validasi (verval) data masyarakat Desil 2, Senin (27/07).
Di desa tersebut, mahasiswa KKN didampingi perangkat desa melakukan pendataan terhadap 508 Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang masuk kategori Desil 2. Kegiatan ini bertujuan memastikan data penerima program penanggulangan kemiskinan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Potret: KKN Pringgondani sedang mengambil momen dokumentari bersama warga, Minggu (26/07). Fotografer: Karina
Sebelumnya, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam KKN Kolaboratif bukan sekadar menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki akurasi data kemiskinan.
"Mahasiswa kami harapkan membantu pemerintah melakukan pendataan masyarakat miskin ekstrem agar program bantuan benar-benar tepat sasaran," ujar Fawait.
Di lapangan, mahasiswa KKN Pringgondani melakukan pendataan dari rumah ke rumah bersama perangkat desa. Mereka mencocokkan identitas warga, kondisi rumah, hingga memastikan data yang tercatat sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Kepala Dusun Krajan, Nidar, mengaku kehadiran mahasiswa sangat membantu proses pendataan yang membutuhkan waktu dan tenaga cukup besar.
"Kami sangat terbantu dengan datangnya mahasiswa KKN. Mereka ikut mendata warga Desil 2 sehingga proses verifikasi berjalan lebih cepat," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pringgondani, Rudi, berharap sinergi antara pemerintah desa dan perguruan tinggi tidak berhenti setelah program KKN selesai.
"Kolaborasi seperti ini sangat bermanfaat bagi desa. Kami berharap kerja sama antara mahasiswa dan pemerintah dapat terus berlanjut dalam berbagai program pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat," katanya.
Melalui keterlibatan mahasiswa dalam verifikasi dan validasi data Desil 2, pemerintah desa optimistis kualitas basis data kemiskinan akan semakin akurat. Data tersebut diharapkan menjadi landasan penyusunan kebijakan dan penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Pewarta: Muzakky Maulana Hidayat
Editor: Nelly Dwi Pratiwi


Post a Comment