UIJ Bidik Sumber Pendapatan Baru, Kafetaria Kampus Disiapkan dengan Sistem Sewa

POTRET: Mahasiswa Universitas Islam Jember (UIJ) yang sedang mengobrol santai di kafetaria. Fotografer: Tria Amalia
UIJ, www.lpmitra.id - Universitas Islam Jember (UIJ) mulai membidik sumber pendapatan baru melalui rencana pembangunan kafetaria kampus dengan sistem sewa. Langkah ini menjadi strategi kampus dalam mengembangkan potensi usaha sekaligus memenuhi kebutuhan civitas akademika.
Rencana ini juga di nilai sebagai upaya kampus dalam memperkuat kemandirian finansial di tengah tuntutan pengembangan fasilitas yang semakin kompleks.
Dengan menghadirkan ruang usaha di dalam kampus, UIJ mencoba mengoptimalkan potensi ekonomi yang selama ini belum tergarap maksimal.
“Program ini kami siapkan sebagai bagian dari pengembangan usaha kampus,” ujar Djoko Supriatno Kepala Bagian (Kabag) Kelembagaan dan Pengembangan Bidang Usaha saat di wawancarai Melalui pesan WhatsApp Jumat (10/4).
Pengembangan kafetaria ini berada di bawah koordinasi langsung dengan Kelembagaan dan Pengembangan Bidang Usaha. Selain sebagai fasilitas pendukung, keberadaannya juga di harapkan mampu memberikan kontribusi finansial bagi kampus.
“Kami ingin fasilitas ini tidak hanya bermanfaat, tetapi juga produktif secara ekonomi,” jelasnya.
Dosen Ilmu Komunikasi itu juga mengungkapkan bahwa rencana pembangunan kafetaria sebenarnya telah di rancang sejak lama. Hal ini seiring meningkatnya kebutuhan ruang makan dan tempat berkumpul bagi dosen, mahasiswa, maupun tamu kampus.
“Kebutuhan tempat istirahat, makan, dan berkumpul memang sudah lama kami pertimbangkan,” ungkapnya.
Dalam perencanaannya, dia akan menyediakan lima stand utama berukuran besar dan dua stand tambahan berbentuk gerobak. Kedua jenis tersebut akan memiliki skema biaya sewa yang berbeda sesuai fasilitas yang tersedia.
“Perbedaan fasilitas tentu akan berpengaruh pada besaran biaya sewa,” katanya.
Kesempatan untuk mengelola tempat tersebut terbuka bagi semua kalangan. Tidak hanya internal kampus, tetapi juga masyarakat umum yang ingin mengembangkan usaha di lingkungan Kampus milik Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU) tersebut.
“Semua di perlakukan sama, tidak ada perbedaan antara penyewa dari dalam maupun luar kampus,” tegasnya.
Mekanisme pendaftaran di lakukan melalui pengisian formulir serta pengajuan daftar menu yang akan di jual. Calon penyewa juga harus memiliki komitmen untuk membayar sewa secara berkelanjutan agar usaha dapat berjalan stabil.
“Kami ingin usaha yang masuk benar-benar serius dan bisa berkembang,” ujarnya.
Selain itu kampus juga menerapkan sistem sewa murni tanpa skema bagi hasil dalam pengelolaan kafetaria ini. Melalui langkah tersebut, kampus berharap dapat memperoleh sumber pendapatan baru di luar biaya pendidikan mahasiswa.
“Tidak ada sistem bagi hasil, dan ini kami harapkan bisa menjadi sumber income baru bagi kampus,” pungkasnya.
Pewarta: Vina Amalia Agustin
Editor: Nelly Dwi Pratiwi
Post a Comment