Ads

Prodi Matematika UIJ Jalani Asesmen Lapangan, Bidik Predikat Unggul

POTRET: Tri Novita Irawati memberikan penjelasan terkait pelaksanaan asesmen lapangan Prodi Matematika UIJ oleh LAMDIK saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (20/04). Fotografer: Tevi

UIJ, www.lpmitra.id - Program Studi (Prodi) Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Jember (UIJ) melaksanakan asesmen lapangan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) pada 14-15 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya prodi untuk meraih predikat unggul.

“Pelaksanaan asesmen ini menjadi langkah penting bagi kami untuk mencapai akreditasi unggul,” ujar Ketua Prodi Matematika, Tri Novita Irawati, saat di wawancarai di ruang kerjanya, Senin (20/04).

Ia menyebut bahwa proses persiapan menjadi tantangan terbesar dalam menghadapi akreditasi. Hal ini di sebabkan adanya ketidak pastian dalam proses penilaian sehingga tim harus bekerja secara maksimal.

“Dalam persiapan, kami tidak mengetahui secara pasti seperti apa penilaiannya, sehingga semuanya harus dipersiapkan secara maksimal,” jelasnya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa seluruh standar akreditasi harus di penuhi dengan baik sejak awal hingga akhir. Upaya tersebut di lakukan agar hasil asesmen dapat sesuai dengan target yang diharapkan.

“Kami menekankan kesiapan dari standar pertama hingga standar terakhir,” ungkapnya.

Perempuan yang akrab di sapa Novita ini mengatakan bahwa peran mahasiswa juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan akreditasi. Sehinga mahasiswa di arahkan untuk unggul dalam inovasi model, media, serta evaluasi pembelajaran berbasis karakter Aswaja.

“Mahasiswa harus benar-benar di bina agar unggul dalam inovasi dan evaluasi pembelajaran,” katanya.

Di sisi lain, prodi juga mengembangkan berbagai produk unggulan guna meningkatkan kompetensi lulusan. Produk seperti Batikmatika, Tarimatika, dan Sulammatika menjadi inovasi yang telah mulai diuji coba.

“Kami ingin lulusan tidak hanya menjadi guru, tetapi juga memiliki keterampilan tambahan,” ujarnya. 

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, kampus milik Yayasan Pendidikan Nahdatul Ulama (YPNU) mengembangkan aplikasi Android ARJASS. Aplikasi ini menghadirkan inovasi pendidikan berbasis Augmented Reality untuk mendukung pencegahan stunting.

“Aplikasi ini menjadi salah satu kontribusi kami dalam memanfaatkan teknologi untuk pendidikan dan masyarakat,” pungkasnya.

Pewarta: Nella

Editor: Nelly

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.