Ads

UIJ Cairkan Anggaran Tanpa Proposal, Perbaikan Pagar Sentuh Rp50 Juta

POTRET: Perbaikan pagar Universitas Islam Jember (UIJ) pascabanjir guna menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan kampus, Jumat (10/4). Fotografer: Tria Amalia Agustin

JEMBER, www.lpmitra.id - Universitas Islam Jember (UIJ) menggelontorkan anggaran hampir Rp50 juta untuk memperbaiki pagar depan kampus yang roboh akibat terjangan banjir dari hulu hingga hilir. Perbaikan ini tetap di jalankan meski tanpa melalui pengajuan proposal resmi kepada Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU).

“Perbaikan ini memang mendesak karena kondisi pagar sudah membahayakan,” ujar Wakil Rektor II, Nanang Tri Budiman, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (10/4).

Langkah cepat tersebut di ambil pihak kampus dengan alasan keamanan serta kondisi lingkungan yang terdampak cukup parah. Pagar yang roboh dinilai mengganggu aktivitas sekaligus merusak tampilan depan kampus.

“Kalau tidak segera di perbaiki, tentu bisa berdampak pada keamanan dan kenyamanan,” ucapnya.

Selain sebagai upaya pemulihan, pembenahan pagar juga di arahkan untuk meningkatkan estetika. Agar kampus Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) ini tetap terjaga citra dan kompetitif supaya tidak tertinggal dari perguruan tinggi lain.

“Kami juga ingin lingkungan kampus terlihat lebih rapi dan representatif,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Nanang ini mengungkapkan bahwa proses perbaikan tidak melalui mekanisme proposal anggaran seperti pada umumnya. Pihak kampus hanya meminta persetujuan dalam rapat bersama ketua yayasan sebelum pekerjaan dimulai.

“Setelah mendapatkan persetujuan, kami langsung bergerak melakukan perbaikan,” ungkapnya.

Ia juga menturkan bahwa laporan anggaran justru di susun setelah pekerjaan selesai di lakukan. Mekanisme ini membuat proses administrasi berjalan setelah pelaksanaan di lapangan.

“Setelah selesai perbaikan, barulah kami memberikan laporan anggaran ke yayasan,” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, pencairan dana di lakukan berdasarkan kebutuhan yang di ajukan oleh tukang di lapangan. Hingga kini, total anggaran masih bersifat estimasi dan belum memiliki angka final.

“Perkiraan total hampir Rp50 juta itu termasuk perbaikan toilet, tetapi jumlahnya masih sementara,” pungkasnya.


Pewarta: Tevi Sukma Lestari

Editor: Nelly Dwi Pratiwi

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.