Ads

Keuangan Hambat Pengembangan Fasilitas UIJ, Kabag Perlengkapan: Intinya Dana

Potret: Kepala Bagian (Kabag) Perlengkapan Abdullah Shiddiq saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (29/9). Fotografer: Nelly Dwi Pratiwi


Keuangan menjadi kendala utama pengembangan sarana dan prasarana Universitas Islam Jember (UIJ). Pengajuan perbaikan dan pengadaan harus dilakukan secara bertahap sesuai persetujuan dari bagian keuangan. 


"Intinya kan dana," ujar Kepala Bagian (Kabag) Perlengkapan, Abdullah Shiddiq saat diwawancarai di ruang kerjanya. 


Keterbatasan anggaran berdampak kepada pemenuhan fasilitas penunjang perkuliahan. Di Kampus 2, sejumlah AC mengalami kerusakan berat hingga mati total. Penggantian dilakukan bertahap setelah unit lama dibongkar.


“Yang memang rusak mati total itu sekarang masih proses pembelian. Tentunya nggak sejumlah yang dibongkar, semampunya dulu," kata Shiddiq. 


Sementara di Kampus 1, beberapa kipas angin juga mengalami kerusakan dan masih dalam proses pengajuan. Untuk menjaga sirkulasi udara tetap ada, kipas berdiri ditempatkan sementara di beberapa ruangan, seperti ruang 101 dan 118.


“Yang mati sudah saya kasih kipas yang berdiri, kayak di kelas 101 terus di 118. Buat sementara nunggu pengajuannya acc," ungkapnya. 


Shiddiq menyebut kenyamanan mahasiswa dalam proses belajar mengajar menjadi prioritas. Namun, pemenuhan kebutuhan tersebut tetap harus menyesuaikan kondisi keuangan kampus.


“Yang paling penting ketika proses belajar mengajar mahasiswa. Saya masih berjuang di situ, dalam artian pasti sampai ke sana, tapi nunggu dana. Intinya dana,” tegasnya.


Selain perbaikan fasilitas yang sudah ada, UIJ masih memiliki sejumlah kebutuhan pengembangan, seperti aula dan sarana olahraga. Pembangunan sejumlah fasilitas juga masih membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.


“Saya pengen punya aula, masa nyewa terus. Kalau punya uang, beli tanah untuk sarana aula dan sarana olahraga,” ungkapnya. 


Ia juga mengatakan jumlah mahasiswa berkaitan dengan kemampuan kampus dalam mempercepat pengembangan sarana dan prasarana. Ketika jumlah mahasiswa masih stagnan, pemasukan dari mahasiswa tidak banyak berubah sehingga anggaran harus dibagi untuk berbagai kebutuhan kampus.


“Kalau masih stagnan, membaginya itu agak sulit. Secara garis besarnya kan harus membagi seperti itu” pungkasnya. 


Namun, setelah berita ini terbit, masih belum jelas ke mana arah pembagian anggaran kampus, apakah lebih banyak dialokasikan untuk kebutuhan mahasiswa atau justru untuk hal-hal lain yang belum diketahui.


Penulis: Nella Tri Prasasti

Editor: Nelly Dwi Pratiwi

2 komentar:

  1. tolong kelas FKIP dikasi kipas pak, panas nya loh ya Allah bikin ga semangat belajar aselii, kipas cuma 100 rebu loh, minta tolong banget😵‍💫

    BalasHapus
    Balasan
    1. 100 rebu loh masa uij ga mampu jyujyurrr

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.