Ads

UIJ Jangan Terlena, Kekerasan Seksual Bisa Bermula dari Candaan.

Ilustrasi: M Lutfi Astafi


Belakangan dibeberapa kampus pelecehan dan kekerasan seksual sering terjadi, kronologinya bermacam-macam, mulai berawal dari candaan yang dianggap biasa, pesan pribadi yang mulai melewati batas, body shaming hingga tindakan yang lebih intim. Mungkin pelakunya menganggap hanya bercanda, padahal tidak semua hal bisa dianggap candaan. 


Universitas Islam Jember (UIJ) perlu berhati-hati. Mungkin, meskipun belum pernah terjadi hal serupa, kampus ini tidak boleh merasa aman. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Maka perlu edukasi mengenai batas-batas perilaku, mekanisme pengaduan yang aman, perlindungan terhadap korban, serta keberanian menindak pelanggaran perlu benar-benar hidup, bukan hanya menjadi tulisan indah dalam peraturan.


Kampus lewat satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) harus memberikan kepastian hukum terhadap pelaku dan perlindungan terhadap korban. Penerapan sanksi dan aturan tidak boleh memandang bulu, dari mahasiswa sampai rektor sekalipun harus mendapatkan perlakuan yang sama. Menjaga marwah UIJ bukan berarti harus menutupi keburukan oknum-oknum atau pelaku kekerasan seksual.


Pada akhirnya, pendidikan bukan sekadar soal ruang kelas, IPK, akreditasi, ataupun megahnya sebuah gedung. Pendidikan juga berbicara mengenai bagaimana seseorang diperlakukan dengan bermartabat. Percuma kampus berbicara panjang tentang moral dan intelektualitas apabila orang-orang di dalamnya masih merasa tidak aman.


Mungkin tulisan ini terdengar seperti pengingat sederhana. Memang itu tujuannya. Jangan menunggu ada korban untuk mulai belajar tentang pencegahan. Jangan menunggu ada kegaduhan untuk mulai membangun sistem perlindungan.


Karena kampus seharusnya menjadi tempat seseorang mengejar masa depan, bukan tempat seseorang membawa pulang trauma.


Penulis: Vina Amalia Agustin

Editor: Nelly Dwi Pratiwi

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.