Mahasiswa Baru UIJ Menurun, Warek III: Branding dan Fasilitas Masih Jadi Persoalan
Potret: Warek III, Nuzzulul Ulum saat diwawancarai di ruang kerjanya. Sumber: Istimewa
Jember, www.lpmmitra.id — Wakil Rektor III Universitas Islam Jember (UIJ) mengakui branding dan fasilitas masih menjadi persoalan dalam menarik minat calon mahasiswa baru.
Wakil Rektor (Warek) III, Nuzzulul Ulum mengatakan, minat calon mahasiswa terhadap UIJ masih rendah dibandingkan sejumlah perguruan tinggi lain di Jember.
“Minat calon mahasiswa baru ke UIJ kurang. Salah satunya selain branding-nya kurang, fasilitas di UIJ dibanding dengan kampus lain memang beda,” ucapnya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (2/10).
Menurutnya, kondisi tersebut terjadi di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat. Perguruan tinggi negeri maupun swasta sama-sama membuka berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru.
“Mahasiswa reguler memang saingannya banyak,” ujarnya.
Ia menyebut Universitas Jember (Unej), UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, dan perguruan tinggi swasta menjadi pesaing UIJ dalam mendapatkan mahasiswa baru.
Di tengah persaingan tersebut, UIJ mengembangkan kelas hibrid yang dinilai lebih banyak diminati mahasiswa. Sistem tersebut menerapkan sekitar 70 persen perkuliahan daring dan 30 persen tatap muka.
“Mahasiswa sendiri yang memilih. Bukan kita yang menentukan, kita hanya memfasilitasi,” ucapnya.
Ia mengatakan untuk meningkatkan jumlah mahasiswa baru, UIJ melakukan promosi dan sosialisasi ke sejumlah lembaga pendidikan, khususnya di bawah Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama.
Pria yang akrab disapa Ulum tersebut menyinggung anggaran untuk PMB seharusnya cukup besar karena keberlangsungan perguruan tinggi swasta bergantung pada mahasiswa. Namun, ia mengaku tidak mengetahui jumlah pasti anggaran tersebut karena berada di luar kewenangannya.
“Dana untuk PMB ini cukup besar seharusnya. Karena bagaimanapun juga, dalam jangka panjangnya lembaga swasta termasuk UIJ ini banyak tergantung kepada mahasiswa,” pungkasnya.
Pewarta: Tevi Sukma Lestari
Editor: Nelly Dwi Pratiwi

Dalam branding kampus ini memang masih terlihat kuno dan belum menjarah ke ranah genz utamanya. Seperti dalam pengadaan seminar, influencer kampus, dan podcast yang terbilang masih kaku dan tidak berkolaborasi dengan pihak pihak yang memang disukai oleh para genz.
BalasHapusIntinya agak kaku lah masih.