Resmikan Kafetaria Baru, UIJ Jaring Talenta Mahasiswa untuk Tampil di Wisuda
Pembukaan kafetaria Universitas Islam Jember (UIJ) dibuka dengan mengadakan lomba tarik suara. Tidak sekadar menjadi ajang perlombaan biasa. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah strategis untuk menjaring minat dan bakat mahasiswa.
Panitia Pelaksana, Furkon Sugiono atau yang akrab disapa Haji Furkon, mengungkapkan bahwa ide tersebut berawal dari masukan Pak Joko Kepala Bagian (Kabag) Kelembagaan dan Pengembangan Bidang Usaha. Melalui seleksi ketat ini, UIJ berkomitmen untuk memberdayakan potensi internal mahasiswa agar ke depan acara seremonial kampus tidak lagi begantung pada penampilan dari jajaran dosen maupun Tenaga Kependidikan (Tendik)
“Sehingga nanti saat wisuda, kita sudah tidak menggunakan dosen atau tendik lagi untuk menyanyi, melainkan murni dari mahasiswa hasil seleksi ini. Itu yang menjadi acuan kami,” ujar Furkon
Ia menjelaskan bahwa kompetisi ini dibagi menjadi dua kategori utama, yakni kategori mahasiswa serta kategori tendik dan dosen. Meski pelaksanaan finalnya akan dilangsungkan secara bergantian di waktu yang bersamaan, Furkon menegaskan bahwa proses penilaian dan hadiah untuk kedua kategori tersebut tetap dipisah.
“Untuk finalnya bergantian, walaupun bersamaan nanti secara penilaiannya juga berbeda,” jelasnya
Keterlibatan dosen dan tendik dalam kompetisi ini pun memiliki cerita tersendiri. Haji Furkon mengakui bahwa kategori tendi dan dosen awalnya tidak direncanakan. Namun, akibat minimnya jumlah pendaftar mahasiswa hingga satu hari sebelum acara (H-1), panitia memutuskan membuka kategori ini sebagai selingan agar acara tetap meriah.
“Kategori dosen dan tendik sebenarnya tidak ada karena kemarin sampai H-1 yang daftar sedikit, hanya empat mahasiswa,” tambahnhya
Mengenai aspek kompetisi, Furkon memaparkan ada tiga kriteria utama yang menjadi acuan dewan juri dalam menentukan pemenang. Kriteria tersebut meliputi teknik vokal dan kualitas suara, penampilan di atas panggung, serta interpretasi atau penghayatan terhadap lagu yang dibawakan.
Selain menjadi panggung unjuk bakat, pergelaran acara ini juga membawa dampak positif bagi fasilitas internal kampus, khususnya area kafetaria UIJ. Furkon bersyukur karena momentum ini berhasil menyedot perhatian massa sekaligus menjadi media perkenalan fasilitas baru kepada civitas akademika.
"Kegiatan ini memang dimaksudkan untuk mengenalkan kepada mahasiswa bahwa UIJ sudah punya kafetaria. Jadi kalau mau jajan tidak usah ke mana-mana, cukup ke belakang saja. Dan alhamdulillah, sekarang suasananya sudah agak rame," pungkasnya.
Pewarta: Nella Tri Prasasti
Editor: Nelly Dwi Pratiwi

Post a Comment