Ads

Beroprasi Sejak 2014, Kabag IT sebut Siakad UIJ Sudah Tidak Fleksibel, Alokasi Anggaran Dipertanyakan


Potret: Kepala Bagian Teknologi Informasi UIJ, Benny Afandi, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (29/6). Fotografer: Auliyatun Ni'mah

Jember, www.lpmmitra.id – Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) Universitas Islam Jember (UIJ) yang telah digunakan sejak 2014 dinilai sudah tidak lagi fleksibel untuk memenuhi kebutuhan layanan akademik saat ini. Meski demikian, hingga kini belum ada perencanaan pembaruan sistem dari pihak kampus, Senin (29/06).


Kepala Bagian Teknologi Informasi UIJ, Benny Afandi, mengatakan aplikasi SIAKAD yang digunakan saat ini memang sudah cukup lama sehingga memerlukan pengembangan. Namun, ia mengaku belum mengetahui adanya rencana pembaruan sistem tersebut.


"SIAKAD yang digunakan saat ini sudah cukup lama sistemnya sudah tidak fleksibel dan seharusnya butuh upgrading, tapi masih belum ada perencanaan untuk pembaruan sistemnya," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/6).


Kondisi tersebut turut menjadi sorotan setelah sejumlah mahasiswa mengeluhkan status pembayaran pada SIAKAD yang masih tercatat "belum lunas" meskipun telah melakukan pembayaran.


Menanggapi hal itu, Benny menjelaskan bahwa perubahan status pembayaran tidak dapat dilakukan secara otomatis karena sistem masih menunggu proses sinkronisasi data dari pihak bank.


"Bagian keuangan tetap mencatat pelunasan pembayaran dengan meminta bukti pembayaran, tetapi di sistem masih membutuhkan waktu untuk mencatat status lunas," jelasnya.


Ia menambahkan, proses konfirmasi pembayaran bergantung pada data transaksi yang dikirim bank. Apabila mahasiswa melakukan pembayaran pada malam hari, data transaksi baru akan diterima sistem pada keesokan paginya dan proses konfirmasi dapat memakan waktu hingga 24 jam.


Keakuratan data masih sulit dipastikan mengingat sistem telah digunakan dalam waktu yang cukup lama. Untuk mengantisipasi kehilangan data akibat gangguan sistem, tim Teknologi Informasi melakukan pencadangan (backup) data setiap hari.


"Keakuratan data tidak bisa kami pastikan. Namun, backup data dipastikan dapat digunakan untuk memulihkan data apabila terjadi gangguan pada sistem," katanya.


Di sisi lain, belum adanya rencana pembaruan sistem memunculkan pertanyaan mengenai arah pengembangan teknologi informasi di UIJ. Hingga berita ini ditulis, pihak kampus juga belum memaparkan besaran alokasi anggaran yang disiapkan untuk pengembangan infrastruktur teknologi informasi.


Benny berharap SIAKAD dapat terus dikembangkan agar mampu mengikuti kebutuhan layanan akademik, memberikan pelayanan yang lebih cepat, serta memudahkan mahasiswa dalam mengakses informasi akademik maupun pembayaran.


Pewarta: Tevi Sukma Lestari

Editor: Muzakky Maulana Hidayat

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.