Ads

BEM UIJ Sedang Tertidur

 

Ilustrator: Maulana Ij’al
Oleh: Luki Andrianto

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Jember (UIJ) adalah tatanan tertinggi birokrasi tingkat mahasiswa yang berperan sebagai fasilitator dalam menjaring aspirasi mahasiswa. Selain itu BEM memiliki peran penting dalam menyinergikan seluruh organisasi mahasiswa.

Namun hari ini, kita dihadapkan pada BEM UIJ yang terkesan sedang tertidur lelap menikmati kepengurusan yang sepertinya telah mati. Hal ini terlihat dari kinerja nyata yang sedikit pun tidak terlihat dan terdengar di telinga kita. Seakan  lupa dengan sumpah jabatan dalam melaksanakan tanggung jawab yang telah mereka sepakati.

Tentunya, hal ini menjadi tanda tanya besar bagi para mahasiswa akan tugas serta fungsi dari BEM selama ini yang dianggap tidak lagi aktif atau bahkan menganggap keberadaannya terkesan tidak berguna dalam artian hanya sebatas formalitas saja.

Kecacatan ini perlu dikaji lebih dalam, khawatirnya BEM UIJ akan terus bergerak pasif dan melupakan akan tanggung jawab mereka sebagai perwakilan rakyat kampus. Jangan sampai visi dan misi yang telah dijanjikan hanya menjadi wacana saja.

Mungkin pandemi Covid19 ini bisa dijadikan  alibi bagi para pengurus BEM UIJ untuk menghindari akan tanggung jawab mereka di kampus. Lebih lagi jika kita lihat dengan saksama, sekretariat BEM UIJ  saja kini tampak sepi tanpa penghuni bahkan sangat kotor tidak terurus.

Sebagai Badan eksekutif mahasiswa, yang memiliki peran sangat penting bagi para mahasiswa seharusnya mereka menyadari akan tugas yang mereka emban saat ini. Pandemi Covid19 bukanlah alasan mereka untuk tidak bergerak sama sekali. Jika BEM tidak lagi aktif lalu bagaimana para mahasiswa dapat menyalurkan aspirasi mereka kepada lembaga? Sedangkan yang menjadi jembatan antara mahasiswa dan lembaga adalah BEM sendiri.

Jika hal ini terus dibiarkan begitu saja, tentu akan berdampak buruk. Bukan hanya citra Presiden Mahasiswa akan tercoreng karena terkesan gagal dalam memimpin, tetapi juga akan mempengaruhi kesejahteraan lingkungan kampus yang selama ini sudah lama tidak mereka perhatikan.

Maka dari itu, Presiden Mahasiswa UIJ selaku pimpinan tertinggi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk segera menyadari akan tanggung jawab serta tugas yang harus dilaksanakan. Mungkin dengan segera melakukan rapat evaluasi untuk mengkaji Garis-Garis Besar Program Kerja (GBPK) kembali yang selama ini terbengkalai dan masih belum terlaksana. 


1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.