Ads

Yudisium Fakultas FEBI UIJ di Ikuti Tiga Angkatan Sekaligus

POTRET: Sesi foto bersama pegawai Fakultas FEBI UIJ dan Warek I dengan beberapa peserta Yudisium di Kampus II, Jalan Tidar No 19 Sumbersari Jember, Selasa (7/5). Fotografer: Dewa Farizal Tanjung

UIJ, lpmmitra.id- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Jember (UIJ), sukses gelar Yudisium pada 7 Mei 2024. Acara itu diikuti oleh tiga angkatan sekaligus dan diselenggarakan di Aula Kampus II UIJ.

Pada tahun ini, peserta yudisium berjumlah sebanyak 25 mahasiswa. Hal tersebut dikatakan langsung oleh Dekan Fakultas FEBI, Izul Aslah. “Yudisium pada tahun sekarang di ikuti oleh 25 yudisi,” ujarnya saat di wawancarai di ruang kerjanya, Selasa (7/5).

Dia juga mengatakan, bahwa Yudisium kali ini diikuti oleh beberapa angkatan. “Karna angkatannya lebih banyak, ini juga ada tiga angkatan mulai dari Angkatan 2018, 2019, dan 2020,” katanya.

Pria yang akrab di panggil Izul itu berharap, agar mahasiswa yang lulus dari Perguruan Tinggi (PT) ini terus belajar meskipun tidak di kampus. “Harapannya temen-temen yudisi ini tidak belajar hanya di kampus tetapi di luar Universitas juga meneruskan pembelajaran,” lanjut Dekan Fakultas Febi itu.

Selain itu, Yudisium kali ini terdapat beberapa mahasiswa berprestasi. Diantaranya mahasiswa terbaik, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi, dan juga mahasiswa terbaik lulusan tercepat. Fharantias Riska Dita Rosa Indrawan selaku mahasiswa lulusan tercepat dengan jangka waktu 3 tahun 6 bulan 2 hari, membagi tips untuk mahasiswa agar dapat menempuh kuliah tepat waktu atau lulus lebih cepat. “Tipsnya banyak baca sih, jadi saat teman kita leyeh-leyeh kita lebih perbanyak baca jurnal, banyak baca skripsi, artikel, buku,” ucapnya.

Sementara itu, Ma'rufah selaku mahasiswa terbaik IPK tertinggi 3,79, memberikan pesan kepada mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir atau skripsi. “Untuk adik-adik calon pejuang skripsi, musuh terbesarmu bukanlah orang lain melainkan rasa malas, jangan menunda-nunda untuk mengerjakan. Ingat pejuang skripsi itu bukan siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang paling berusaha. Karena skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai,” ungkapnya.


Pewarta: Athok Ainur Ridho

Editor: Linda Nurul Hidayah

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.